Sekilas Tentang Pks Tahun 2014

  • 25 April 2014
Sekilas Tentang PKS tahun 2014

TENTANG PENILAIAN KINERJA SEKOLAH ( PKS) BANGLI 2014

 

OLEH

A.A. Ketut Jelantik, M.Pd

Pengawas Madya Dikpora Bangli

 

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (3) menyebutkan pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilakukan oleh badan standarisasi, penjaminan, dan pengendalian muru pendidikan. Dalam hal ini penjaminan mutu dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPSDMPK-PMP). Sementara Permendiknas No. 63 tahun 2009 pasal 20 menyebutkan, salah satu jenis kegiatan penjaminan mutu pendidikan adalah evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan mutu satuan pendidikan melalui evaluasi dan pemetaan mutu satuan atau program pendiidikan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota.

Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat 1 menyebutkan tentang lingkup standar nasional meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Sementara ayat 2 menyatakan bahwa untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Salah satu alat untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan tersebut adalah evaluasi diri sekolah (EDS). Sedangkan dalam pasal 92 ayat 8 PP 19 Tahun 2005 disebutkan bahwa Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan.

Sejalan dengan diterbitkannya Permendiknas No. 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), sejak tahun 2010 Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang disebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mengupayakan tercipta budaya mutu pendidikan dengan mendorong terlaksananya proses penjaminan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Kabupaten Bangli yang mengusung visi misi menjadikan Bangli sebagai Kota Pendidikan memberikan perhatian khusus dalam rangka penjaminan mutu sekolah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemkab Bangli dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga. Untuk mengatasi angka Drop Out  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli tengah menggelar program “oka Anyar” maupun “Nyama Anyar”. Program aksi ini selai melibatkan para stake holder  pendidikan, juga melibatkan para praktisi pendidikan termasuk kalangan guru dan pengawas sekolah.

Program aksi yang berkaitan dengan penjaminan mutu pendidikan yang sudah dilaksanakan di Bangli adalah Penilian Kinerja Sekolah ( PKS) Progam ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian, dan sekaligus sebagai batu loncakan ( steping stone) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli dalam rangka peningkatan mutu layanan di satuan pendidikan di seluruh Bangli mulai dari SD hingga SMA/SMK.

Program PKS memang dilahirkan dari embrio sebuah cita-cita. Cita-cita yang awalnya dari sekedar “obrolan warung kopi” para pengawas. Namun pada akhirnya menjadi serius setelah mendapat masukan dari hasil diskusi berbagai kalangan yang peduli dengan nasib pendidikan di Bangli. Bak gayung bersambut, cita-cita tersebut akhirnya mendapatkan respon yang sangat positif dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga. Setelah dilakukan berbagai persiapan akhirnya yang bersangkutan memberikan persetujuan untuk pelaksanaan program aksi ini. Meski dalam perjalanannya ditemukan berbagai macam hambatan baik yang berkaitan dengan teknis maupun hambatan administratif, namun hingga Maret 2014 seluruh rangkaian pelaksanaan PKS yang menyasar 161 SD, 29 SMP, 7 SMA, 12 SMK telah dituntaskan.

Sesungguhnya instrument yang digunakan dalam pelaksanaan PKS ini hasil adopsi berbagai sumber yang dinilai telah lolos uji validitas. Instrumen hasil adopsi tersebut sebagian  berasal dari instrument EDS, sebagian dari instrument akreditasi, serta sebagian kecil dikembangkan oleh tim kecil pengawas sekolah. Meski masih belum  memadai, namun instrument yang digunakan tersebut paling tidak akan mampu “memotret” permasalahan yang ada dan dihadapi satuan pendidikan.

Diharapkan pelaksanaan PKS ini akan mampu memberikan gambaran tentang potensi dan permasalahan satuan pendidikan yang ada di Bangli. Dalam perspektif makro, gambaran tersebut bisa dijadikan langkah awal Pemkab Bangli untuk melakukan pembinaan lebih lanjut khususnya yang berkaitan dengan 8 standar pendidikan nasional, serta tujuh kebijakan Disdikpora Kabupaten Bangli. Hasil PKS ini juga menggambarkan profil masing-masing satuan pendidikan di Bangli.

Satuan pendidikan yang telah memenuhi 8 standar maka lulusan atau output yang dihasilkan juga baik. Sekolah yang telah memenuhi standar isi, maka para guru, maupun kepala sekolah telah mampu menggunakan materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sejalan dengan kurilulum nasional. Begitu pula jika sekolah telah memenuhi standar proses, maka guru telah mampu mengembangkan proses pembelajaran yang inovatif, pembelajaran yang mampu mengembangkan kreatifitas para siswa. Aspek penilaian, standar PTK juga tentunya akan memberikan kontribusi optimal bagi sekolah. Dengan kata lain, sekolah yang telah memenuhi standar tidak akan direpotkan dengan kelulusan para siswanya. Namun demikian, sering kita dihadapkan pada terjadinya kesenjangan antara harapan ideal dengan kenyataan. Kondisi inilah yang terjadi di Bangli. Tujuan sekolah dijabarkan sesuai dengan visi dan misi sekolah sehingga cara pencapaiannya harus didasarkan atas visi dan misi tersebut. Cara pencapaian tujuan dilakukan melalui berbagai perencanaan dan program kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kerja Sekolah (RKS). Perencanaan dilakukan tidak hanya untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga untuk meningkatkan mutu sekolah. Rencana Kerja Sekolah yang telah dikembangkan oleh tim sekolah seharusnya dapat dibaca oleh semua stakeholder sekolah untuk mengantisipasi perubahan dan usulan yang mungkin sesuai untuk memperkaya program yang telah disusun. Sering ditemukan program sekolah yang tidak relevan dengan visi dan misinya.

 

Tujuan

 

Tujuan pelaksanaan analisis Penilaian Kinerja Sekolah ( PKS) Kabupaten Bangli tahun 2014 adalah

1.      Mengetahui berbagai potensi yang dimiliki satuan pendidikan

2.      Mengetahui permasalahan yang dihadapi satuan pendidikan

3.      Memacu satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu layanan kepada warga

4.      Mengetahui kesiapan masing-masing satuan pendidikan untuk menyongsong pelaksanaan akreditasi

5.      Sebagai dasar bagi sekolah untuk menyusun Rencana Pengebangan Sekolah ( RPS) dan Rencana Kegiatan Sekolah ( RKS)  tahun  berikutnya

6.      Sebagai acuan bagi pengawas Pembina untuk melakukan pembinaan di sekolah yang bersangkutan.

7.      Meningkatkan mutu sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan ( SNP

 

Hasil yang Diharapkan

 

Hasil yang diharapkan dari analisis hasil Penilaian Kinerja Sekolah ( PKS) adalah:

1.      Konfigurasi mutu dan kondisi satuan pendidikan di Bangli

2.      Daftar rekomendasi yang dijadikan pedoman untuk peningkatan mutu satuan pendidikan di Kabupaten Bangli.

3.      Tindak lanjut hasil evaluasi Penilaian Kinerja Sekolah ( PKS) berupa kebijakan yang sesuai dengan rekomendasi.

4.      Dalam jangka panjang tercipta budaya mutu di semua satuan pendidikan di Bangli.

5.      Terjadinya peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik di satuan pendidikan

 

Rata-Rata Capaian Per Standar

 

Berdasarkan data hasil capaian rata-rata per standar diperoleh gambaran kinerja satuan pendidikan di Kabupaten Bangli untuk masing-masing jenjang sebagai berikut:

 

1.   Jenjang SMA

 

 

 

 

 

 

 

 

2.         Jenjang SMK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      Jenjang SMP

 

 

 

 

 

 

4.         Jenjang SD

a.       Kecamatan Bangli :

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Kecamatan Susut :

 

 

 

 

 

 

 

Kecamatan Tembuku :

 

 

Kecamatan Kintamani :

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan grafik tersebut di atas diketahui bahwa ada perbedaan konfigurasi capaian kinerja sekolah untuk masing-masing standar di masing-masing satuan pendidikan dan jenjang pendidikan. Hal ini mengindikasikan jika pelaksanaan PKS memberikan gambaran tentang potensi, serta permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing satuan pendidikan cukup beragam.  Satuan pendidikan yang berhasil mengumpulkan skor tertinggi untuk semua jenjang akan memperoleh piagam penghargaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga. Penyerahan akan dilaksanakan bertepatan dengan Hardiknas 2 Mei mendatang. Selamat kepada satuan Pendidikan yang berhasil memperoleh skor tertinggi.

 

 

  • 25 April 2014

Artikel Lainnya

Cari Artikel